Permudah Pembuatan Bukti Pemotongan Pajak dengan Ebupot PPh 23

Ebupot PPh 23 merupakan aplikasi resmi yang berfungsi untuk membuat bukti pemotongan dan pelaporan pajak PPh pasal 23/26. Dengan menggunakan aplikasi ini, jenis laporannya sudah berbentuk dokumen elektronik. Aplikasi ini tergolong aman karena telah resmi diawasi oleh pihak DJP.

Sekilas Tentang Ebupot PPh 23

Aplikasi Ebupot dirancang khusus untuk mempermudah para wajib pajak dalam melakukan kewajiban perpajakannya. Melalui aplikasi ini, anda bisa membuat dan menerbitkan bukti pemotongan pajak dalam bentuk digital tanpa harus tanda tangan basah. Selain itu, bukti potong tidak akan hilang karena akan langsung tersimpan dengan aman di sistem administrasi resmi.

Ebupot bisa disebut sebagai kemajuan dari layanan pajak untuk masyarakat, seiring dengan perkembangan teknologi yang kian pesat. Aplikasi ini mulai resmi digunakan untuk membuat dan menerbitkan bukti potong PPh 23/26 sejak Mei 2019 lalu.

Berdasarkan keputusan direktur jenderal pajak, para wajib pajak harus membuat bukti potong serta wajib menyampaikan surat pemberitahuan PPh 23/26. Selain itu, para wajib pajak yang merupakan pemotong PPh 23 diharuskan untuk menggunakan aplikasi Ebupot sejak September 2020.

Syarat Penggunaan Ebupot PPh 23

Ada beberapa persyaratan yang diberlakukan untuk bisa membuat bukti pemotongan pajak dengan aplikasi ini. dalam satu masa pajak, wajib pajak harus memotong PPh 23/26 dengan jumlah bukti pemotongan lebih dari 20. Wajib pajak mengeluarkan bukti potong dengan jumlah bruto diatas Rp100 juta.

Selain itu, untuk bisa menggunakan aplikasi ini, wajib pajak harus pernah melaporkan SPT PPh 23/26 secara online melalui Ebupot. Persyaratan berikut adalah, wajib pajak telah terdaftar di KPP dan memiliki EFIN serta wajib melaporkan SPT PPh 23/26. Saat ingin melaporkan SPT PPh 23/26, wajib pajak harus memiliki e-sertifikat.

Jenis Bukti Pemotongan PPh 23/26
Sebagian besar masyarakat tentu sudah tidak asing lagi dengan jenis bukti pemotongan pajak. Namun jika anda masih membutuhkan informasi tentang jenis bukti potong pajak, berikut ulasan lengkapnya:

Bukti Potong Normal PPh 23/26
Bukti ini merupakan dokumen lain yang dianggap sama untuk keperluan pemotongan pajak sebagai bukti dari pemotongan PPh 23/26.

Bukti Potong Pembetulan
Bukti potong pembetulan digunakan untuk membetulkan kekeliruan saat pengisian bukti potong yang telah dibuat sebelumnya.

Bukti Potong Pembatalan
Berbeda dengan jenis bukti potong sebelumnya, bukti ini dibuat dengan tujuan untuk membatalkan bukti potong yang telah dibuat sebelumnya. Biasanya bukti ini dibuat ketika terjadi pembatalan transaksi pajak.

Kegunaan Aplikasi Ebupot Pph 23
Kemudahan dalam mengurus segala kewajiban perpajakan tentu menjadi idaman semua wajib pajak. Hal tersebut kini bisa didapat dengan menggunakan aplikasi Ebupot.  Ebupot terkenal sebagai aplikasi untuk membuat bukti potong. Namun, ternyata, masih terdapat banyak hal perpajakan lainnya yang bisa dilakukan melalui aplikasi ini.

Melalui Ebupot PPh 23 djp online, wajib pajak bisa melihat status bukti potong dan mengimpor bukti potong dari Excel. Kemudian, WP dapat melaporkan bukti potong pajak, mengunduh PDF bukti potong dan SPT Masa, serta memeriksa semua bukti potong. Selain itu, para wajib pajak bisa memantau status impor bukti potong yang telah didapat dari file excel.

Prosedur Membuat Bukti Potong Pajak Online
Kini proses pembuatan bukti pemotongan pajak jadi lebih mudah, tanpa tanda tangan basah. Anda bisa membuat bukti potong secara online dengan proses yang lebih cepat dan mudah. Pertama, silahkan login ke website OnlinePajak, lalu masuk ke fitur Ebupot PPh23/26 dan klik tombol “+”. 

Setelah itu, pilih jenis bukti potong digital yang ingin dibuat, lalu lengkapi data identitas lawan transaksi dan dasar pemotongan. Jika masih terdapat dokumen lain, anda bisa menambahkannya dengan klik “Tambah Dokumen”. 

Kemudian pilih salah satu dari setiap pilihan fasilitas dan objek pajak lalu klik “Simpan”.  Jika sudah, silahkan pilih menu “Approve Draft” pada halaman bukti potong yang telah dibuat. Setelah berhasil, nomor bukti potong, nama lawan transaksi dan PPh terutang akan muncul, dan status akan berubah menjadi “Approved”.

Ebupot PPh 23/26 merupakan aplikasi yang sangat user friendly, sehingga para wajib pajak tidak akan merasa kebingungan saat menggunakannya. Aplikasi ini juga turut meringankan beban administrasi yang seharusnya ditanggung oleh wajib pajak. Jika Ebupot PPh 23/26 error, anda bisa menggunakan kode error layanan online yang tertera di website resmi DJP http://www.pajak.go.id/.

Share on : Facebook Twitter