Anda Telat Melaporkan SPT Tahunan? Hati – Hati Karena Ada Denda Yang Harus Dibayarkan

Jika anda sudah berpenghasilan dan terdaftar sebagai peserta wajib pajak dan memiliki NPWP maka secara otomatis anda juga harus melakukan pelaporan SPT setiap tahunnya. SPT sendiri merupakan Surat Pelaporan Tahunan terhadap perhitungan jumlah pajak yang harus anda bayarkan setiap tahunnya. Mengurus pelaporan SPT ini merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap tahunnya.

Di Indonesia sistem pelaporan pajak atau SPT ini menggunakan sistem self-assessment. Jadi jika orang wajib pajak tidak melakukan kewajibannya terhadap pelaporan pajaknta maka orang tersebut akan mendapatkan denda sanksi. Biasanya sanksi yang diberikan berupa sejumlah uang yang harus dibayarkan sesuai dengan jenis pelaporan SPT dari orang dengan wajib pajak tersebut.

Pemberlakuan denda atau sanksi kepada para wajib pajak ini diberikan dengan tujuan agar tidak ada lagi wajib pajak yang terlambat atau bahkan tidak membayarkan kewajibannya kepada negara. Dalam Undang – undang perpajakan pun sudah dijelaskan bahwa setiap orang wajib pajak diharuskan melaporkan SPT tahunannya baik itu jenis SPT pribadi maupun SPT badan usaha selambat – lambatnya 3 bulan setelah tahun pelaporan atau di bulan Maret.

Berdasarkan Undang – undang tentang perpajakan juga sudah dijelaskan bahwa denda telat lapor SPT terbagi menjadi dua jenis. Yang pertama wajib pajak akan diberikan sanksi berupa sanksi administrasi dan yang kedua diberikan sanksi pidana. Lalu berapakah nilai yang harus dibayarkan oleh orang yang terlambat dalam memberikan laporan SPT tahunannya? Berikut ringkasannya:

• Denda Rp100.000 untuk wajib pajak pribadi (NPWP pribadi)
• Denda Rp1.000.000 untuk wajib pajak badan
• Denda Rp500.000 untuk Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai
• Denda Rp100.000 untuk Surat Pemberitahuan Masa lainnya.

Semua warga Indonesia yang terdaftar sebagai peserta wajib pajak diharuskan membayar denda keterlambatan jika memang terbukti ia terlambata dalam melaporkan SPT tahunannya. Namun ada beberapa pengecualian orang yang tidak harus membayar denda jika terlambat melaporkan SPT tahunannya, berikut diantaranya:

1. Wajib pajak perseorangan yang telah meningeal dunia
2. Wajib pajak perseorangan yang sudah tidak lagi menjalankan kegiatan usaha atau pekerjaannya.
3. Wajib pajak perseorangan yang berstatus sebagai warga negara asing atau sudah tidak tinggal di Indonesia.
4. Badan usaha tetap yang sudah tidak lagi menjalankan usahanya di Indonesia
5. Wajib pajak badan usaha yang tidak melakukan kegiatan usahanya tetapi perusahaan masih belum dibubarkan dengan segala ketentua yang berlaku.
6. Bendahara yang sudah tidak melakukan pembayaran lagi
7. Wajib pajak yang terkena bencana dan ketentuannya sudah diatur oleh Peraturan Menteri Keuangan.
8. Wajib pajak lain yang sudah diatur kebijakannya oleh Menteri Keuangan.

Selain golongan orang – orang wajib pajak diatas maka anda diharuskan membayarkan denda jika anda memang terlambata dalam melakukan pelaporan SPT tahunan anda. Berikut cara pembayaran denda terlambat memberikan laporan SPT tahunan:

1. Kunjungi situs https://djponline.pajak.go.id.
2. Login dengan memasukkan NPWP, password, dan kode keamanan.
3. Pada menu utama, pilih 'Bayar' dan klik e-billing.
4. Isi surat setoran elektronik dengan data yang diminta. Untuk jenis pajak pilih kode 411125-PPh Pasal 25 OP. Pada kolom 'Jenis Setoran' pilih kode 300-STP.
5. Kemudian isi masa pajak dari Januari hingga Desember.
6. Isi tahun pajak dan nomor ketetapan sesuai dengan STP Anda.
7. Isi jumlah setor sesuai dengan STP dan pastikan kebenaran data yang diisi.
8. Klik 'Buat Kode Billing' dan isi kode keamanan. Terakhir, klik 'Submit'. Layar Anda akan menampilkan ringkasan surat setoran elektronik.

Share on : Facebook Twitter